BPBD Rohul Bangun Lima Titik Sistem Peringatan Dini Banjir


Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, membangun "early warning system" atau sistem peringatan dini bencana banjir yang direncanakan selesai dilakukan pada akhir 2016.

"Ada lima titik yang akan dibangun early warning system banjir di Rokan Hulu. Saat ini tinggal pemasangan peralatannya," kata Kepala BPBD Rokan Hulu (Rohul) Aceng Hardiana kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Ke lima titik sistem peringatan dini banjir itu di antaranya adalah di sungai-sungai yang melintasi Kecamatan Rokan IV Koto, Rambah, Bangun Purba, Tambusai, dan Bonai Darussalam.

Ia menjelaskan proyek yang menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tersebut telah selesai bangunan fisik.

"Tempatnya sudah 100 persen. Kita masih menunggu pemasangan peralatan atau software nya. Selambatnya Desember bisa dimanfaatkan," urainya.

Menurutnya, dengan adanya sistem peringatan dini bencana banjir tersebut dapat memberitahu masyarakat sebelum banjir akibat luapan sungai terjadi.

"Jadi masyarakat bisa bersiap-siap sehingga kita berharap mengurangi risiko banjir seperti yang terjadi awal pekan kemarin," jelasnya.

Hujan deras dengan intensitas tinggi pada sejak Senin dinihari lalu (14/11) menyebabkan sejumlah aliran sungai di Rokan Hulu meluap. Akibatnya, 5 kecamatan yang dilintasi sungai terendam banjir.

Sedikitnya 700 rumah direndam banjir setinggi 100 Cm sejak dinihari hingga Senin pagi.

Lima kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Kabun, Tandun, Ujung Batu, Rambah Samo dan Rambah.

Menurut Aceng, banjir tersebut masih bersifat lokal atau sementara. Jika debit air sungai mulai menyusut, maka otomatis banjir akan segera surut.

Meski telah surut, dia mengatakan BPBD Rohul dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD Provinsi tetap menyiagakan tenda serta dapur umum darurat.